Dalam kesempatan kali ini, bukan visi, latar belakang,
"Jika kamu tidak menyibukkan diri dalam kebaikan, niscaya kamu akan disibukkan dengan keburukan."
Dalam sebuah program sederhana, programmer dapat membuat beberapa looping. Untuk setiap looping, hanya akan ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu, apakah kondisi tersebut benar atau kondisi tersebut salah. Pungkasannya, program pun akan dieksekusi berdasarkan kondisi yang terjadi.
Sama seperti kehidupan manusia di dunia fana ini. Hidup adalah pilihan, hanya ada dua pilihan yang tersedia. Pilihan "iya" atau pilihan "tidak". Jika pilihan "iya" yang dipilih, maka secara otomatis, pilihan "tidak" akan akan hilang dengan sendirinya. Satu hal yang perlu diingat, manusia hidup untuk menentukan pilihan, bukan hanya pada satu, dua, atau tiga saat saja. Namun, pada setiap saat. Ya, di setiap saat itulah, manusia dihadapkan pada keadaan untuk memilih "iya" atau "tidak".
Contoh yang sederhana, saat ini, kamu dihadapkan pada pilihan, apakah akan melanjutkan membaca tulisan ini atau tidak. Apakah kamu akan melakukan hal yang lebih bermanfaat atau tetap memandangi layar, untuk membaca tulisan ini. Atau apakah kamu akan memilih #SelamatkanIndonesia atau tidak.
Apapun yang kamu putuskan, itu adalah pilihanmu. Hanya kamu yang bisa menentukan pilihanmu sendiri. Walaupun ada intervensi dari luar, seperti, aku memaksamu untuk berhenti membaca, atau ibumu meminta dirimu membeli keperluan dapur di swalayan. Toh, tetap kamu yang memutuskan "iya" atau "tidak"nya.
Dari sini, saya memutuskan bahwa ini adalah paragraf terakhir dari tulisan ini. Wallahu 'alam. Oiya, bulan Ramadhan tinggal sekitar hmm... tiga pekan lagi, ayo persiapkan jasmani dan rohani kita untuk menjalani "laga" di bulan Ramadhan dengan maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ini adalah pesan formulir komentar