Malam itu, selepas sholat tarawih delapan rakaat di masjid Baitul Muttaqin, sang imam berdiri dan berceramah. Beliau memulai ceramah dengan menyampaikan sebuah hadits Rasulullah SAW. Barangsiapa yang dapat memberi jaminan kepadaku dari apa yang ada di antara jenggot dan kumisnya (lisan) dan kedua pahanya (kemaluan), maka aku jamin untuknya Surga. #aku lupa siapa perawi haditsnya. Dari hadits tersebut, beliau menjelaskan betapa pentingnya menjaga apa yang ada diantara jenggot dan kumisnya (yaitu mulut dan lidah) dan apa yang ada diantara kedua pahanya yaitu (kemaluan). Dan menjaga keduanya adalah salah satu tujuan dari puasa.

Menjaga Mulut dan Lidah

Mulut digunakan untuk makan, maka cara untuk menjaga mulut adalah dengan cara memakan makanan yang halal. Makanan yang halal hanya didapatkan dengan cara yang halal pula.
Menjaga lisan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah, seperti fitnah dan dusta.

Menjaga Kemaluan

Seingatku, beliau membacakan surat Al-Mu'minun ayat 5-7, ayat yang berisi perintah untuk menjaga kemaluan, Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali kepada istri-istri mereka atau kepada budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka (dalam) hal ini tidak tercela. Dan barang siapa yang mencari di balik itu, maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang melampaui batas

Kesimpulannya, puasa Ramadhan melatih umat Islam untuk lebih menjaga  mulut + lidah dan kemaluan. Agar mendapat jaminan masuk surga. Hanya itu saja yang masih aku ingat, semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk bisa mengamalkannya.

Wallahu 'alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini adalah pesan formulir komentar