Saat fajar, saat dia hampir sampai di mushollah, dia melihat sosok yang sepertinya dikenalnya. Sosok kakak kelasnya di sekolah dasar (SD) dan madrasah tsanawiyah (MTs). Sosok yang meyakinkannya untuk menjadi pemimpin upacara Masa Orientasi Siswa (MOS) di awal masuk MTs Negeri Kedunggalar. Dari momen MOS itulah dia mulai dikenal dan diakui oleh kepala sekolah, guru-guru, dan teman-temannya.
Entah mengapa saat itu dia ingin berbicara pada sosok tersebut, walau hanya sekedar mengucapkan, "terima kasih banyak".
Namun, dia berpikir bahwa itu bukan waktu yang tepat untuk saling berbicara, tapi itu adalah waktu yang tepat untuk "meraih pahala yang lebih baik dari dunia dan seisinya". Dia lalu membatalkan keinginannya tadi, kemudian berlalu menuju ke tempat wudhu karena batal dalam perjalanan. Di saat yang sama, sosok tersebut sudah memasuki mushollah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini adalah pesan formulir komentar