Ramadhan mengembalikan fitrah manusia. Dengan melaksanakan ibadah puasa, manusia digembleng untuk paham dan kembali pada fitrah yang sebenarnya, yang bebas dari keinginan-keinginan yang dipengaruhi oleh nafsu syahwat.
Ramadhan mengembalikan fitrah manusia. Dengan menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, manusia digembleng untuk menyadari bahwa mereka adalah makhluk yang lemah, yang tidak berdaya dan tidak memiliki apa-apa, jika tanpa tanpa bimbingan dan pertolongan dari Allah SWT.
Ramadhan mengembalikan fitrah manusia. Dengan memayar zakat fitrah (bagi yang mampu), manusia digembleng untuk lebih peka dan sadar bahwa masih banyak orang-orang di di sekitarnya yang menjalani hidup dalam keadaan kelaparan dan serba kekurangan.
Dengan adanya Ramadhan, manusia diharapkan kembali kepada fitrahnya, kembali memahami dari mana dia berasal dan untuk apa hidup di dunia yang fana ini. Kekayaan, kesuksesan, dan kekuasaan bukanlah tujuan hidup ini, melainkan hanya pilihan hidup.
Dan akhirnya, semoga kita bisa kembali kepada fitrah kita sebagai manusia. mengutip ucapannya mas Agil Darmwan,
Saat titik fitrah disentuh, manusia akan kembali kepada fitrahnya, sebejat apapun dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini adalah pesan formulir komentar