Siang itu langit begitu cerah. Di jalan raya yang aspalnya cukup halus dan lalu lintasnya lumayan sepi, aku mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Aku mengekor pada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi pula. Entah sudah beberapa kendaraan yang tersalip. Dan ketika memasuki sebuah tikungan, mobil yang aku buntuti memperlambat lajunya menyesuaikan kecepatan truk besar yang ada di depannya. Aku ikut menurunkan kecepatan namun masih melaju dengan kencang hingga mampu menyalip mobil, lalu masuk di sela-sela truk dan mobil. Tinggal truk besar yang ada di depanku. Aku bimbang apakah sebaiknya aku salip atau tidak karena di depan ini adalah tikungan, dan pandanganku tidak dapat melihat jalan di jalur berlawanan karena terhalang pohon. Ah, sebaiknya jangan. Lagi pula ini adalah jalan dengan garis-pembatas-tengah yang lurus, yang artinya tidak boleh menyalip di jalan ini.

Waktu terasa lambat berputar... Dan ternyata aku sudah berada di jalur kanan, jalur untuk kendaraan yang berlawanan arah. Karena dorongan hawa nafsu dan bisikan syetan, aku memutuskan untuk menyalip truk besar tersebut. Dan ketika tepat berada di tikungan, aku terkejut karena tiba-tiba muncul mobil dari jalur yang berlawanan. Dengan mencoba sedikit tenang, aku mengerem motor sekuat tenaga, lalu mendekatkan laju motor mepet ke arah truk, aku hendak masuk ke belakang truk. Mobil dari arah yang berlawanan baik-baik saja, mungkin dia melaju sambil sedikit turun dari jalan raya, dan aku juga masih melaju. Namun, tiba-tiba "DUK!!!". Bahuku berbenturan dengan badan truk. Aku melihat kaca spion kiri motorku juga berbenturan dengan badan truk hingga spionnya berputar sekitar 360 derajat. Benturan tersebut sedikit mengganggu keseimbangan motor, dan secara reflek kaki-kiriku-yang-tidak-memakai-sandal menghentak jalan raya. Alhamdulillah, aku mampu mengembalikan keseimbangan dan melanjutkan menyalip truk besar tersebut. Setelah berada di depan truk, aku mengangkat tangan kiriku, berusaha meminta maaf. Lalu melaju... dengan kencang lagi...


Begitulah diriku, kadang aku menjadi syetan jalanan yang membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain. Ya Allah, ampunilah hamba. Entah sudah berapa kali aku nyaris celaka di jalan raya. Namun, alhamdulillah, berkat rahmat Allah aku selamat dari kecelakaan. Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan padaku untuk bertaubat dengan baik, taubatan nasuha. Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar itu adalah benar, berikan pada kami kekuatan untuk melaksanakannya, dekatkanlah ia kepada kami dan dekatkanlah kami padanya. Dan tunjukkan kepada kami bahwa yang salah itu adalah salah, berikan kepada kami kekuatan untuk menjauhinya, jauhkanlah ia dari kami dan jauhkanlah kami darinya. Dan bantulah kami untuk selalu istiqomah melaksanakan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu hingga ajal kami tiba. Semoga kami bisa mati dengan khusnul khotimah. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini adalah pesan formulir komentar