Kamu tahu di Somalia atau tempat yang seperti ini (Allaahu Akbar). Kamu akan melihat orang yang berusia antara dua puluh hingga dua puluh lima tahun, berat badan mereka hanya seberat tiga hingga empat batu karena mereka tidak punya apa-apa untuk dimakan. Tubuh mereka telah lupa bagaimana caranya mencerna makanan, karena ketika hari telah berakhir mereka tidak mendapatkan apa-apa untuk dimakan.
Dan di tempat-tempat seperti Afghanistan, kamu akan melihat seseorang yang membawa anaknya dan dia akan menjualnya untuk beberapa lembar uang. Mengapa? Karena sang ayah tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok anaknya. Jadi yang akan dia katakan adalah, "Setidaknya, jika aku menjual anakku pada seseorang, setidaknya darah dagingku tidak akan mati di depan mataku. Dan mereka tidak akan mati karena kelaparan."
Dan di tempat-tempat seperti Afghanistan, kamu akan melihat seseorang yang membawa anaknya dan dia akan menjualnya untuk beberapa lembar uang. Mengapa? Karena sang ayah tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok anaknya. Jadi yang akan dia katakan adalah, "Setidaknya, jika aku menjual anakku pada seseorang, setidaknya darah dagingku tidak akan mati di depan mataku. Dan mereka tidak akan mati karena kelaparan."
Pikirkan bagaimana perasaan Rasulullah, jika beliau berada di tengah-tengah kita hari ini? Ketika orang-orang yang memerlukan pertolongan meminta tolong, namun mereka melihat saudara-saudara muslimnya tidak menanggapi tangisan mereka. Mereka akan menjual iman mereka.
Pikirkan bagaimana perasaan Rasulullah, mengetahui keadaan beberapa saudara kita yang seperti itu, yang Allah telah memberkahi mereka di Qatar, di UAE, di Saudi, di Bahrain, di Dubai. Allah telah memberkahi mereka begitu banyak, hingga mereka dapat memberi makan sepuluh kali lipat dari seluruh penduduk dunia. Ketika kondisi kita seperti itu, ketika bangun untuk sarapan kita memiliki beberapa pilihan. Jika pilihannya adalah sereal, kita memiliki sepuluh macam sereal untuk dimakan. Ketika kita memilih biskuit, kita memiliki sepuluh hingga dua puluh pilihan biskuit untuk dimakan. Jika kita memilih roti, kita memiliki sepuluh hingga dua puluh pilihan roti untuk dimakan.
Pikirkan bagaimana perasaan Rasulullah, dan wajah apa yang akan kamu dan aku mampu tunjukkan di hari penghakiman? Beginilah kondisi kita dan inilah kehidupan yang kita jalani, sementara saudara-saudara kita sekarat demi segigit makanan.
Sahabatku, jika kita tidak bangun sekarang, jika kita tidak menunjukkan perhatian yang sama kepada saudara-saudara kita di Palestina, di Somalia, di Chechnya, di Kasmir. Kamu tahu untuk ayah-ibu kita dan saudara-saudari kita. Kapan kita akan menunjukkan perhatian kita? Kamu tahu hari ini adalah sangat mungkin ujian yang menimpa saudara-saudara kita di Kashmir, di Somalia, di Sudan, di Palestina, di Iraq. Tapi besok sahabatku, ini mungkin akan menimpa ibumu, mungkin saudaramu, mungkin saudarimu.
Kamu tahu persaudaraan ini dirahmati oleh Allah dan yang benar dari persaudaraan ini adalah kita membagi berkah yang telah Allah karuniakan kepada kita, dengan saudara-saudari muslim kita.
Wallahu 'alam.
Sumber: Youtube Merciful Servants
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ini adalah pesan formulir komentar