Tulisan seseorang:
Sering kali kita merasa iri melihat kelebihan orang lain dan mengeluhkan ketidak sempurnaan diri kita sendiri. Tapi kalau kita mau jujur, tak ada seorang pun yang sempurna hidupnya, setiap orang selalu kekurangan akan sesuatu.
Beberapa pasangan mungkin memang saling mencintai, dan memiliki penghasilan melimpah. Tapi mungkin saja mereka punya masalah dalam menghadapi anak-anak. Beberapa orang cantik, tampan, dan berbakat. Tapi mungkin saja mereka mengalami kesulitan dalam membina hubungan. Ada orang yang hidupnya selalu menyenangkan, tapi mungkin otak dan hatinya beku akan sekitarnya.
Hidup setiap orang telah diciptakan dengan ketidak sempurnaan masing-masing. Kamu mungkin tidak menginginkannya, tapi ketidak sempurnaan itu akan selalu ada mengikutimu.
Aku dulu biasanya juga membenci ketidak sempurnaanku, tapi sekarang aku telah belajar untuk menerimanya bersama kelebihan-kelebihanku. Karena aku menyadari bahwa masalah dalam hidup itu seperti beban di atas punggung kita, yang membuat kita ingat untuk merendahkan hati dan berusaha mengerti orang lain.
Jika hidup tidak keras, kita akan terlalu cepat puas. Jika tak pernah merasa tertekan, kita tak akan bisa berempati dan mengerti perasaan orang-orang yang jauh lebih tidak beruntung daripada kita.
Hidup jangan terlalu mulus sempurna. Justru memiliki retak-retak dan celah membuat kita bisa saling mengintip, mengerti dan membagi perasaan dengan orang lain.
Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing yang tak bisa dibanding-bandingkan dengan yang lain.
Nikmati saja apa yang kamu punya sekarang, daripada mengeluhkan apa yang tidak kamu punya.
Jangan habiskan waktumu menghitung apa yang dimiliki orang lain. Hitung saja berkah yang kamu miliki sendiri, pasti akan kamu sadari betapa yang kamu punya yang bisa kamu nikmati lebih banyak dan lebih berharga daripada yang tidak kamu punyai.
Dan semua kekuranganmu itu, meskipun tidak menyenangkan memiliki kekurangan, bagaimanapun juga adalah bagian dari dirimu juga. Terima saja dan hargai keberadaannya yang justru membuatmu lengkap dan seimbang.
Jika kamu adalah kerang, maukah kamu menahan semua sakit yang ada demi menghasilkan sebutir mutiara yang indah? Atau malah kamu tidak mau menghasilkan keindahan mutiara dan lebih memilih hidup nyaman tanpa rasa sakit?
Celengan ayam dari tanah liat, ketika ia sudah penuh uang, ia akan dipecahkan dan akan menghasilkan sesuatu yang berharga. Tapi celengan tanah liat yang tidak pernah diisi uang, tak akan dipecah dan hanya akan menjadi pajangan kosong. Mau pilih yang mana?
Temukan seseorang yang bisa mengerti kelebihan sekaligus kekuranganmu, sebagaimana kamu pun harus bisa memahami kelebihan dan kekurangannya.
Sebagaimana ikan dan air saling mengerti. Ikan berkata, "Aku tak melihat lagi air mataku karena aku ada di dalam air." Dan air berkata, "Aku bisa merasakan air matamu karena kamu ada di dalam diriku, dalam hatiku."
Sebenarnya, hidup ini nggak jelek-jelek amat kok. Semua tergantung pada bagaimana cara kita memandangnya. Bukan begitu, kawan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ini adalah pesan formulir komentar