Aku tidak begitu ingat apa yang terjadi saat itu, semua terjadi begitu cepat.

Entah mengapa saat itu badanku terasa begitu lemah, aku mencoba untuk berdiri, namun aku tidak cukup kuat. Aku mencoba untuk duduk saja, namun sungguh sulit. Aku pun hanya merebahkan badanku di sana. Sekejap saja, hawa dingin menerpa badanku. Kedinginan yang telah menyelimuti ujung kaki dan ujung tangan, perlahan-lahan menjalar naik ke badan bagian atas. Badanku terasa dingin.

Saat itu, yang terbayang dalam pikiranku hanyalah wajah orang-orang yang sangat aku cintai, wajah ayah, ibu, saudara-saudariku, teman-temanku, dan orang-orang yang aku cintai. Bayangan wajah mereka muncul satu per satu di pikiranku dengan cepat. Aku ingin tersenyum dan juga ingin menangis karenanya. Aku ingin mengucapkan rasa terima kasih pada mereka semua, aku ingin berterima kasih atas kebaikan-kebaikan yang telah mereka berikan padaku, yang hingga saat itu belum bisa aku balas dan tidak pernah bisa aku balas. Aku ingin meminta maaf pada mereka semua. Betapa kenakalanku, kebodohanku, ketidak pedulianku, keegoisanku, dan kekurangan-kekuranganku lainnya yang sungguh menyedihkan ini. Namun itu hanya sebatas keinginan, aku sudah tidak sanggup meminta maaf, waktu yang aku punya sudah tidak banyak, waktuku tinggal sedikit. Aku hanya berharap semoga mereka selalu memaafkanku.

Pandanganku perlahan mulai kabur, aku tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di hadapanku. Tiba-tiba semua menjadi gelap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini adalah pesan formulir komentar