Arti iman dari bahasa Arab adalah percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.
Dalam agama Islam terdapat enam rukun Iman, yaitu
- Iman kepada Allah SWT
- Iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT
- Iman kepada kitab-kitab Allah SWT
- Iman kepada rasul-rasul Allah SWT
- Iman kepada hari kiamat
- Iman kepada qodho dan qodar (takdir baik dan buruk)
Berdasarkan hadits arba'in an-Nawawi (kalau tidak salah) yang ke 34,
jika melihat suatu kemaksiatan (kemunkaran), maka orang beriman akan menentang (merubah)nya dengan tiga hal, yaitu tangan (perbuatan), lisan (perkataan), dan hati.سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِYang artinya :
[رواه مسلم]
Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.
(Riwayat Muslim)
- Pertama, seorang mukmin akan menentang dengan tangannya (perbuatan).
- Jika tidak mampu dengan perbuatan, maka ia menentangnya dengan lisannya.
- Dan yang terakhir dia menentangnya dengan hatinya dan itulah selemah-lemah iman (yaitu menentang dengan hati tadi)
Saat adzan berkumandang, jika aku yang memegang remote televisi, aku biasanya membuat senyap suara televisi tersebut. Namun, jika orang lain yang memegang remote atau jika ada yang ngobrol saat adzan, aku hanya diam saja, tidak mampu menasehatinya, padahal aku tahu bahwa itu tidak benar, yang benar adalah mendengarkan adzan tersebut. Saat ada orang yang makan atau minum sambil berdiri, aku tahu bahwa itu salah, yang aku tahu, yang benar adalah dengan duduk, namun aku hanya diam saja melihatnya hal itu. Betapa lemah iman hamba ya Allah
Saat menjumpai muda-mudi belum menikah yang pacaran dan bermesra-mesraan di depan umum, di depan mataku. Apa yang aku lakukan? aku hanya diam saja melihatnya. Padahal sebenarnya hati ini tidak sepakat, kadang merasa bosan bila melihatnya. Aku merasa bahwa itu bukanlah hal yang benar, aku beranggapan bahwa pacaran itu tidak sesuai dengan idealisme yang aku anut selama ini. Idealisme yang aku pegang selama ini adalah hanya ada pacaran setelah menikah. Namun, pada kenyataannya aku hanya diam saja melihat hal tersebut. Betapa lemah iman hamba ya Allah.
Jadi, biar gak selemah-lemah iman kayak aku, monggo sering-sering beribadah, melaksanakan ketaatan, dan juga meninggalkan maksiat. Ingat! Iman itu berbanding lurus dengan ketaatan dan berbanding terbalik dengan maksiat.
Wallahu 'alam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ini adalah pesan formulir komentar