Batasan-batasan itu sebenarnya adalah hal yang penting. Sama seperti aturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama kita. Namun, karena batasan-batasan yang ada di dalam ponselku tersebut adalah buatan manusia, dan aku melihat batasan-batasan yang diterapkan dalam ponsel ini malah membuat susah dan sepertinya lebih baik jika batasannya dibuka. Akhirnya aku mencoba untuk mengatasinya. Aku ingin mengelola file di ponsel dengan bebas.
Ada beberapa pilihan cara-pengelolaan-file yang tersedia. Dalam hal pengiriman file, kakak iparku menyarankan agar aku menggunakan aplikasi Shareit, karena dia menggunakan aplikasi ini di komputer Windows miliknya. Aku membaca sejenak, dan ternyata aplikasi native Shareit tidak tersedia di Linux, syukurlah. Akhirnya aku memutuskan menggunakan OpenSSH. SSH singkatan dari Secure Shell, protokol yang melayani komunikasi antar dua perangkat komputer secara aman.
Secara teori, hanya perlu mengaktifkan SSH di kedua perangkat (ponsel dan komputer). Tidak terlalu rumit. Dan untuk melakukan pengelolaan file, bisa menggunakan:
- aplikasi Terminal (kalau di Windows adalah Command Prompt)
- aplikasi File Explorer.
Aku memilih menggunakan File Explorer karena ada lebih mudah. Hanya perlu klik, klik, klik tombol di mouse.
Dari gambar di atas, cara mengakses ponsel lewat File Explorer adalah:
- Pastikan SSH di kedua perangkat telah aktif.
- Pilih Menu Other Location di bilah kiri bawah.
- Masukkan alamat server, misalnya: sftp://root@192.168.1.3/
- Masukkan username dan password OpenSSH yang telah dibuat.
- Dan akhirnya aku bisa mengelola file secara nirkabel dengan lebih bebas. Alhamdulillah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ini adalah pesan formulir komentar