Jadi begini... Sejak dulu aku suka menulis, aku lebih suka menulis hal-hal yang menurutku penting. Bermula menulis di kertas dengan menggunakan pensil yang dapat dihapus menggunakan penghapus-dari-karet-gelang. Kemudian berlanjut ke pulpen, yang jika ada kesalahan, maka kesalahan tulisan tersebut perlu dicoret-coret atau ditutupi dengan tipp-ex. Lalu, kini berlanjut menggunakan komputer, menulis dengan menggunakan sepuluh jari. Bukan menulis sih, lebih tepatnya mengetik.
Banyak hal yang ingin aku ketik dan ingin aku bagikan ke orang-orang yang aku cintai. Namun, aku tidak terlalu serius menekuninya. Dan ketika aku ingin serius, kadang tidak ada ide hendak mengetik apa. Dan sepertinya kini aku sadar bahwa aku lebih suka menulis hal-hal yang penting. Aku tidak jago memilih kata-kata yang indah, aku tidak jago menggambarkan suasana yang rinci, aku tidak jago mengisahkan kisah yang dramatis. Aku lebih suka melakukan banyak hal dengan beberapa baris teks saja. Seperti memperbarui sistem operasi komputer dan membersihkan file yang tidak digunakan lagi:
sudo apt update && sudo apt -y upgrade && sudo apt -y dist-upgrade && sudo apt -y autoremove && sudo shutdown nowatau memeriksa 17.576 alamat web dengan sepuluh baris seperti pada tulisan ini (http://eruhs.blogspot.com/2018/05/mencari-alamat-blogspot-tiga-karakter.html)
Mulai baris ini aku mulai tidak tahu hendak mengetik apa. Karena fokusku bergeser mendengar suara lagu yang diputar berulang-ulang, "aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo" dan tidak jelas kata-kata berikutnya. dan yang kembali mengena "aku ngalah dudu mergo aku wis ra sayang, aku mundur dudu mergo tresnoku wis ilang." Aku mengetik pararaf ini sambil memejamkan mata berusaha mendapatkan lirik dari lagu tersebut. Namun ternyata masih ada beberapa huruf yang salah ketik. Oh, dasar diriku. Aku mundur, namun aku belum menaruh sayang atau trenso (cinta).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ini adalah pesan formulir komentar