Malam minggu ini langit mendung. Sinar rembulan yang malam kemarin begitu terang, kini tidak tampak sama sekali. Sesekali angin bertiup membawa hawa dingin, membuat hidungku semakin ber-ingus. Suara-suara jangkrik dan bunyi pompa diesel di sawah turut menemaniku di tengah kesunyian ini. Sesekali motor lewat di jalan depan rumah, dan sesekali terdengar suara roda-roda kereta api. Sepi dan dingin...
Di sela-sela aktivitasku di depan laptop, samar-samar terlihat sosok yang melihatku dari jendela yang berhadapan langsung denganku, meskipun jarak jendelanya tidak begitu dekat.
"Apa itu?" batinku.
Aku mencoba memfokuskan pandanganku yang masih sedikit kabur.
"Apakah itu orang atau makhluk gaib?"Aku berusaha menebak untuk memastikan apa yang sebaiknya aku lakukan selanjutnya.
"Oh, ternyata itu adalah ayahku." Ayahku memang begitu, di saat nglilir, beliau sering berjalan-jalan keluar rumah ketika untuk sekedar memeriksa keadaan. Aku pun berjalan menuju ayahku dan berbincang sebentar. Ayahku melanjutkan jalan-jalannya, dan aku kembali ke depan laptop.
Beberapa menit sebelumnya, terdengar suara beberapa perempuan di jalan depan rumah. Saat aku lihat ternyata mereka adalah ibu-ibu yang hendak pergi ke sawah. Mereka hendak menanam padi di waktu tengah malam seperti ini.
Dan kini, terdengar bunyi ayam yang berkokok bersaut-sautan. Ini menandakan bahwa ayam-ayam tersebut sedang melihat malaikat. Dan ini adalah waktu yang baik untuk berdo'a.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ini adalah pesan formulir komentar