Sejak dari kecil, aku adalah anak yang tidak pandai bergaul. Saat SD, aku lebih banyak duduk di depan teras kelas melihat teman-temanku bermain. Saat MTs, aku lebih banyak berada di dalam kelas, bahkan saat istirahat pun aku juga di dalam kelas. Di SMA aku mulai berubah, walaupun saat istirahat masih sering berada di dalam kelas. Namun, aku sering pulang ketika matahari hendak tenggelam. Aku tidak langsung pulang ke rumah ketika bel pulang sekolah berbunyi, aku masih berada di sekolah kadang untuk kegiatan organisasi, bermain futsal, nongkrong di musholla, atau hal-hal lainnya.

Masjid dan futsal adalah dua hal yang sering membuatku menemukan teman baru. Masjid Al-Hikmah dan lapangan upacara di SMAN 1 Ngawi adalah tempat dimana aku menemukan teman-teman dekat sejak SMA. Masjid Baitul Muttaqin Keputih dan lapangan futsal Bumi Marina Emas adalah tempat aku menemukan teman-teman baik di Surabaya. Masjid PT GKU dan lapangan futsal gang depan Ramayana Cibitung adalah tempat dimana aku menemukan teman-teman baru saat (bekerja dua bulan) di Bekasi. Kini aku kembali ke Surabaya, dan beberapa saat yang lalu panggilan futsal kembali mengalir ketika teman-temanku mengetahui bahwa aku sholat di masjid Baitul Muttaqin. Aku telah kembali ke Surabaya.