Ada beberapa teman yang ingin dan berusaha bangun pukul tiga pagi setiap hari. Aku salut, karena mereka berusaha mendekatkan diri kepada Maha Pencipta. Mereka menyetel alarm ponselnya agar berbunyi setiap hari antara pukul 2:30 hingga 3:00. Suara alaramnya pun cukup keras untuk bisa membangunkan mereka. Saat waktu yang ditetapkan (pada alarm ponsel) tiba, tahukah kamu apa yang terjadi? Terkadang kenyataan tidak seperti yang diharapkan. Sepuluh detik pertama alarm berbunyi, mereka masih tertidur. Sepuluh detik berikutnya mereka masih belum sadar, tapi malah aku yang mulai sadar. Dan saat aku benar-benar sadar, aku dapati alarm ponsel masih keras berbunyi. Sedangkan pemilik ponsel masih tertidur. Setelah menunggu beberapa saat, aku mengambil ponselku, yang ada di sebelahku. Aku mencari nomor telepon dari pemilik ponsel, dan menekan tombol panggil, seraya berharap alarm akan diam. Aku tekan tombol panggil pada kontak seorang arek, dan alarm pun berhenti bersuara. Tak disangka, beberapa saat kemudian, alarm dari ponsel yang lain turut berbunyi. Aku mencari kontak arek yang kemungkinan bisa membuat alarm tersebut diam. Aku mencoba memanggilnya. Setelah tersambung, alarm tidak kunjung diam. Aku pun memutus panggilan, menyelimuti badanku, dan melanjutkan tidur yang baru dua jam.
Maaf, rek. Aku tidak membangunkan kalian.
Maaf, rek. Aku membiarkan kalian tetap tidur.
Maaf, rek. Alarm kalian menyela waktu tidurku.
Maaf, rek. Alarm kalian salah sasaran.
Selamat tidur, rek, selamat beristirahat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ini adalah pesan formulir komentar